Belakangan ini muncul sebuah gaya hidup baru yang diminati anak muda yaitu “minimalism“. Gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang mengurangi ketergantungan dengan berbagai macam barang. Gaya hidup minimalis menerapkan pola hidup sederhana, tidak berlebihan, memiliki barang-barang yang benar-benar dibutuhkan saja, dan lebih mementingkan kualitas dibanding kuantitas. Selain mengurangi biaya untuk pembelian barang-barang, gaya hidup minimalis juga memberikan ketenangan dan kebahagiaan.

Filosofi Minimalis

Sumber : psychologytoday.com

Less is more. Kalimat tersebut menggambarkan filosofi minimalis secara singkat. Semakin sedikit barang yang kamu miliki semakin baik. Konsep minimalis mengajarkan untuk menghindari sifat berlebihan dan menghilangkan hal-hal tidak berguna dari hidup kita.

Filosofi gaya hidup minimalis dapat ditemui di Jepang. Gaya hidup masyarakat Jepang terkenal bersih, rapi dan teratur. Dalam urusan menata rumah, orang Jepang memiliki gaya hidup sederhana dengan perabotan minimalis. Tujuannya yaitu untuk menanamkan rasa kesederhanaan, meminimalisir biaya hidup dan mengurangi resiko kerugian yang besar akibat gempa bumi, karena negara Jepang merupakan negara yang rawan gempa bumi.

Walau terdapat berbagai tampilan desain rumah ala Jepang yang unik dan menarik, namun semua memiliki prinsip yang sama. Prinsip menata ruang dan perabotan ala Jepang adalah kesederhanaan, kenyamanan, keamanan, alami, kebudayaan dan multiguna.

Manfaat menjalani gaya hidup minimalis

1. Menghemat energi

Ketika seseorang tinggal dengan begitu banyak barang, perlu ada energi khusus untuk merawatnya. Untuk menyimpan, menata, mencuci, menyetrika. Bahkan ketika tugas tersebut didelegasikan kepada orang lain, misalnya ART atau jasa laundry, tetap saja ada sumber daya yang dikeluarkan yaitu uang.

2. Pikiran lebih fokus

Memiliki banyak barang di sekitar akan membuat pikiran menjadi sibuk. Hal ini mengakibatkan sesorang sulit fokus. Dengan memiliki sedikit barang, maka pikiran menjadi lebih fokus.

3. Alokasi waktu lebih banyak

Dengan memiliki sedikit barang yang sesuai dengan kebutuhan, maka waktu untuk merawat barang-barang tersebut juga lebih singkat. Sehingga waktu untuk kegiatan yang lain akan lebih banyak.

4. Tidak lelah membandingkan dengan orang lain

Menjalani gaya hidup minimalis akan membuat seseorang berhenti membandingkan apa yang dimilikinya dengan orang lain. Karena orang minimalism punya kemerdekaan dari rasa tidak memiliki barang karena sudah merasa damai dengan apa yang dimilikinya.

5. Tidak mengkhawatirkan hal sepele

Ketika menjalani gaya hidup minimalis, orang tidak akan mengkhawatirkan hal-hal sepele yang tidak penting di sekitarnya. orang akan terlatih untuk fokus pada hal yang benar-benar perlu dipikirkan, tanpa mengurusi hal lain yang tidak penting.

6. Sehat secara finansial

Gaya hidup minimalis akan membuat seseorang menjadi lebih hemat. Tidak ada tuntutan membeli barang terbaru karena gengsi atau trend semata. Dana yang ada bisa dialokasikan untuk tabungan, dana darurat atau investasi.

Cara Memulai Hidup Minimalis :

Sumber : Finoo.id

1.Singkirkan Tumpukan Barang

Singkirkan barang-barang yang membuat ruangan terasa lebih sempit. Barang tersebut dapat berupa kertas tak terpakai, bon pembelian, barang-barang yang dibeli karena “lapar mata” namun tidak pernah dipakai, voucher kadaluarsa, barang-barang yang sudah rusak. Langkah pertama ini terkesan sepele. Namun, setelah dilakukan maka ruangan akan jadi lebih luas.

2. Aturan 90/90

Masih bingung barang apa saja yang harus disingkirkan dan disimpan? Terapkan aturan 90/90 untuk menjawab pertanyaan ini:

  • Apakah barang tersebut digunakan dalam 90 hari terakhir?
  • Apakah ada rencana untuk memakai barang tersebut dalam waktu 90 hari yang akan datang?
  • Untuk barang musiman, seperti sweater musim dingin, jaket/coat yang hanya dikenakan saat udara dingin, tentukan dalam hitungan tahun. Apakah tahun lalu masih dipakai?
  • Apakah baju-baju atau barang tersebut selalu berada di laci atau tumpukan paling atas?

Jika jawabannya sebagian besar adalah “tidak”, berarti kamu tidak benar-benar membutuhkannya dan sudah saatnya disingkirkan. Barang-barang tersebut bisa diberikan ke orang lain atau jual di garage sale jika masih bagus dan ingin mendapat tambahan uang.

3. Jangan Simpan Barang Duplikat

Seringkali secara tidak sadar, kita membeli barang dengan bentuk dan fungsi yang mirip. Misal ada 2-3 kemeja lengan panjang motif kotak-kotak, cukup simpan satu saja. Begitu pula dengan T-shirt warna hitam atau navy yang sama-sama berwarna gelap.

4. Saat Beli Barang Baru, Singkirkan Barang yang Lama

Jika membeli barang baru -dengan alasan karena sangat membutuhkan bukan karena ingin- maka singkirkan barang lama yang fungsinya sama. Misalnya tas. Kamu membeli tas baru karena tas yang lama tidak nyaman dipakai. Maka tas yang lama karena ke depannya tidak akan dipakai lagi, bisa dihibahkan ke orang lain. Jadi akan terbiasa setiap membeli barang baru, ada alasan kuat yang memang penting untuk membeli barang tersebut.

5. Mulai dengan “Minimalist Game

Cara ini terinspirasi dari dokumenter ‘Minimalism: A Documentary About the Important Things‘ yang tayang di Netflix. Di film tersebut tentang dua orang, Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus yang dikenal dengan sebutan ‘The Minimalists’. Mereka mengusung konsep “less is more“, yang dengan hanya sedikit barang dan perabotan membuat hari-hari mereka terasa lebih berharga karena hal-hal yang mereka temui.

Cara ini mengharuskan kami membuang atau mendonasikan barang-barang yang tidak terpakai dalam satu bulan. Hari pertama menyingkirkan satu barang. Hari kedua, menyingkirkan dua barang, begitu seterusnya selama satu bulan. Cara bertahap ini akan memudahkanmu menjalani hidup minimalis sedikit demi sedikit. Nanti di akhir bulan, akan terasa perbedaan signifikan dalam caramu memaknai barang yang benar-benar dibutuhkan.

0 Komentar