Al Qur’an dan Hadits merupakan pedoman hidup kita sebagai umat Islam. Semua tuntunan hidup menuju kebenaran dan terhindar dari kesesatan terdapat di dalam Al Qur’an dan Hadits. Pada artikel ini akan dibahas mengenai dalil Al Qur’an dan Hadits tentang riba.

Tahukan Anda apa yang dimaksud dengan RIBA?

Pada dasarnya riba merupakan sebuah akad yang dilakukan oleh kedua belah pihak, yang mana satu pihak memberikan syarat yang hanya menguntungkan satu belah pihak saja dengan sifat paksa maupun tidak. Membebankan kewajiban lebih kepada seseorang dengan jumlah yang kecil itu sudah termasuk kedalamnya, apalagi yang dalam jumlah besar. Tentu saja hal tersebut sifatnya sangat tidak baik, bahkan termasuk dalam perbuatan haram. Maka dari itu, sangat penting mengetahui dalil Al Qur’an dan Hadits tentang riba agar kita terbebas dari salah satu dosa besar yang sangat dibenci Allah SWT yaitu melakukan riba.

Berikut ini beberapa dalil Al Qur’an tentang RIBA:

1. Allah SWT menjelaskan kondisi orang yang memakan riba.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukkan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS Al Baqarah 275).

2. Allah SWT melarang riba.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa” (QS Al Baqarah 276).

3. Allah SWT memberikan pahala kepada orang-orang yang beramal soleh dan meninggalkan riba.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS Al Baqarah 277).

4. Allah SWT menyuruh manusia bertakwa dan tidak memakan riba.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipunggut), jika kamu orang yang beriman” (QS Al Baqarah 278).

5. Allah SWT mengancam memerangi orang pemakan riba.

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya” (QS Al Baqarah 279).

6. Allah SWT memberikan penjelasan mengenai siksaan ataupun azab yang akan diterima oleh umat manusia yang memakan riba.

“Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka itu siksa yang pedih” (QS An-Nisa 161).

7. Allah SWT mengancam tidak akan memberikan keberkahan bagi siapa saja yang melakukan riba, baik yang disengaja maupun yang tidak. 

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)” (QS Ar-Rum 39).

8. Allah SWT menegaskan supaya tidak memakan riba berlipat ganda. 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (QS Al Imran 130).

Allah SWT sudah memberikan peringatan serta kecaman yang sangat keras tentang riba. Larangan Allah SWT yang tercantum berkali-kali dalam Al Qur’an menujukkan betapa berbahayanya praktek riba. Larangan yang diberikan Allah tentu memberikan kebaikan bila kita mentaatinya, dan memberikan banyak keburukan bahkan siksa api neraka bila kita tidak mentaatinya.

Selain dalil di dalam Al Qur’an, terdapat pula berbagai Hadits tentang riba yang menguatkan jika perbuatan riba merupakan perbuatan yang haram.

Berikut ini berbagai Hadits Rasulullah SAW yang menegaskan keharaman riba:

1. Rasulullah SAW menegaskan jika Allah SWT akan melaknat semua pelaku yang melakukan riba:

“Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya. Lalu beliau bersabda; “Mereka semua itu adalah sama” (HR Muslim).

2. Hukuman bagi para pelaku riba akan dilemparkan ke dalam sungai darah dan setiap dia akan keluar dari sungai itu, maka akan dikembalikan lagi ke dalamnya. 

Rasulullah SAW bersabda:

“Bahwasanya beliau didatangi oleh dua malaikat lalu mereka berkata: “Marilah ikut bersama kami, hingga akhirnya dua malaikat itu membawa beliau ke sebuah sungai darah, di dalam sungai tersebut ada seorang yang sedang berenang. Sementara itu di pinggir sungai ada orang lain yang menghadap ke bebatuan dan ia memandang ke arah orang yang berenang di tengah sungai. Jika orang yang berada ditengah sungai itu ingin keluar darinya, maka laki-laki yang dipinggir sungai melempari mulutnya dengan batu, sehingga ia kembali lagi ke tempatnya semula. Lalu Rasulullah berkata: “Aku bertanya kepada dua malaikat tentang orang yang berada di sungai itu, maka mereka menjawab, “adapun orang yang engkau datangi tadi di sungai lalu mulutnya di sumpal batu, dia adalah pemakan riba”. (HR Bukhari).

3. Rasulullah SAW memberikan penjelasan jika riba merupakan salah satu tanda-tanda dari datangnya hari kiamat yang sudah dekat:

“Menjelang kedatangan hari kiamat tampak (menyebar) riba, perzinahan dan minuman khamar” (HR At-Thabrani).

4. Rasulullah SAW menyatakan jika riba dapat menghalangi diri dari ampunan Allah SWT.

“Jauhilah oleh kalian semua dosa-dosa yang tidak diampuni”. Dan beliau menyebutkan salah satunya adalah memakan riba” (HR At-Thabrani).

5. Riba seperti bahaya syirik. 

“Riba memiliki lebih dari tujuh puluh pintu, demikian juga dengan syirik” (HR At-Thabrani).

6. Akan diancam dengan rupa seperti kera atau babi.

“Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh akan ada sekelompok orang dari umatku yang berada dalam keburukan, kesombongan, permainan, dan kesia-siaan, maka jadilah mereka itu kera dan babi-babi dengan sebab mereka menganggap halal apa-apa yang haram dan dengan sebab memakan riba”.

Allah SWT telah menghalalkan jual beli namun mengharamkan riba. Itu sebabnya orang yang menghalalkan yang haram akan disiksa dan dijadikan wajah-wajah mereka seperti kera atau babi di akhirat kelak. Na’udzubillahi min dzalik.

7. Pelaku riba yang dosanya ringan seperti seorang laki-laki yang menzinahi ibu kandungnya sendiri. 

“Riba itu ada tujuh puluh pintu dan yang paling ringan adalah seperti seorang laki-laki yang menzinahi ibu kandungnya sendiri” (HR Ibnu Majah).

8. Pelaku riba diibaratkan orang yang merusak kehormatan muslim.

“Dan sehebat-hebatnya riba ialah merusak kehormatan seorang muslim” (HR Ibnu Majah).

9. Allah SWT akan mengazab para pelaku riba.

“Apabila telah tampak perzinahan dan riba di suatu kampung atau negri, maka berarti mereka telah menghalalkan azab Allah untuk diri mereka” (HR At-Thabrani).

10.  Riba lebih kejam daripada zina.

“Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang dan ia tahu itu (riba), maka lebih besar di sisi Allah lebih dari pada berzina tiga puluh enam kali” (HR Imam Ahmad dan At-Thabrani).

11. Riba merupakan kehancuran dan kebinasaan.

“Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang membinasakan, yakni menyekutukan Allah, sihir dan memakan riba”.

12. Harta riba itu sedikit meskipun terlihat banyak. 

“Riba meskipun banyak namun akibatnya menjadi sedikit” (HR Al- Hakim).

Nah, itulah ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW tentang betapa mengerikannya riba dan akibatnya, semoga bisa dipahami dan menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Semoga kita terhindar dari riba.

Wallahualam bissawab

0 Komentar