Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Memiliki rumah sendiri merupakan impian bagi banyak orang. Namun, membeli rumah bukanlah hal yang mudah. Mahalnya harga rumah membuat sebagian orang tidak bisa membeli rumah dengan cara tunai. Harga tanah dan bangunan yang semakin meningkat tidak sebanding dengan pendapatan membuat impian memiliki rumah terasa sulit. Untuk itulah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa BI checking hadir sebagai solusi.

KPR biasanya melibatkan kerja sama antara developer sebagai penyedia properti dan pihak bank sebagai penyedia kredit. Dan pembeli akan menyicil pembayaran ke bank.

Untuk bisa mengikuti program KPR, calon pembeli harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu slip gaji bagi karyawan dan laporan keuangan bagi pelaku usaha. Selain itu, calon pembeli juga harus lolos BI checking. BI checking adalah catatan riwayat kredit nasabah yang disediakan oleh pihak Bank Indonesia yang bisa diakses oleh bank dan lembaga keuangan non bank. Saat ini dapat diakses melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang ditandatangani Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tujuan dari BI checking adalah untuk memastikan kalau calon nasabah tidak memiliki riwayat kredit macet. Hal ini penting untuk memastikan calon nasabah mampu membayar cicilan.

Tidak Melibatkan Bank

Bagi beberapa orang, BI checking menjadi momok tersendiri. Hal ini terjadi karena berbagai hal, salah satunya mungkin adanya riwayat kredit yang kurang baik atau pernah mengalami kredit macet. Hal in tentu saja bisa membuat pengajuan KPR menjadi terhambat bahkan tidak lolos. Oleh karena itu, banyak orang yang kemudian mencari informasi mengenai cara membeli rumah KPR tanpa BI checking.

Alhamdulillah… sekarang sudah ada developer yang menyediakan program KPR tanpa BI checking. Program ini disediakan oleh developer properti syariah yang menghindari sistem riba sehingga tidak melibatkan bank sebagai penyedia kredit.

Program KPR tanpa BI checking ini berbeda dengan program KPR menggunakan bank syariah. Pada bank syariah, program KPR tetap melibatkan pihak bank, sehingga proses BI checking tetap diperlukan. Sementara developer KPR syariah tidak melibatkan bank sebagai penyedia kredit, sehingga tidak memerlukan proses BI checking. KPR ini juga disebut KPR non bank atau KPR syariah.

Tips Membeli Rumah KPR Syariah

Untuk mengikuti program KPR syariah, bisa melalui developer-developer properti syariah. Dan di website www.kprsyariah.info ini, menyediakan informasi semua properti dari para developer properti syariah.

Untuk syarat-syaratnya, hampir sama seperti pengajuan KPR pada umumnya. Calon pembeli harus melampirkan foto KTP, slip gaji atau laporan keuangan dan print rekening koran tabungan 3 bulan terakhir. Hal ini dilakukan supaya developer yakin kalau calon pembeli mampu membayar cicilan.

Program KPR syariah ini memiliki keuntungan bagi konsumen. Prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit. Keuntungan lainnya, tidak dikenakan denda apabila konsumen telat membayar cicilan. Tidak ada pinalti bila konsumen melunasi lebih cepat, juga tidak ada sita bila konsumen gagal bayar, karena developer lebih memilih jalan kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah. Sistem KPR syariah ini tentu sangat menguntungkan dan membantu konsumen bukan? Jadi, tunggu apa lagi..segera beralihlah ke KPR syariah.

0 Komentar